Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun


   Bunda, bayi dilahirkan dengan perlindungan dari beberapa penyakit karena ibunya mengirimkan antibodi (protein yang dibuat oleh tubuh untuk melawan penyakit) sebelum lahir. Saat bayi mendapatkan ASI, maka ia juga akan terus mendapatkan lebih banyak antibodi dalam ASI. Namun dalam kedua hal tersebut, perlindungan bersifat sementara.

   Untuk melindungi bayi dari ancaman penyakit, imunisasi merupakan cara tepat untuk menciptakan kekebalan dan perlindungan. Secara umum, imunisasi dilakukan dengan menggunakan sejumlah kecil kuman yang mati atau dilemahkan yang menyebabkan penyakit. Kuman bisa berupa virus (seperti virus campak) atau bakteri (seperti pneumococcus). Imunisasi kemudian akan merangsang sistem kekebalan untuk bereaksi seolah-olah benar-benar ada infeksi. Ia kemudian akan menangkis "infeksi" dan mengingat kumannya. Kemudian, bisa melawan kuman dengan lebih efektif jika nantinya kuman tersebut benar-benar masuk ke tubuh. Berikut ini jadwal imunisasi anak usia 0-18 tahun yang perlu diperhatikan :

1. Anak Baru Lahir
Imunisasi influenza adalah imunisasi yang melindungi terhadap infeksi virus influenza. Imunisasi ini bisa diberikan di usia 6 bulan ke atas hingga lansia di atas usia 65 tahun. Orang dewasa yang sehat pun dianjurkan untuk melakukan imunisasi influenza. Imunisasi influenza biasa diberi setiap 1 tahun sekali antara Oktober sampai pertengahan November. Ada beberapa tipe imunisasi influenza, yaitu satu suntikan imunisasi flu dosis trivalen standar (IIV3) atau dikenal juga dengan nama Afluaria bisa diberikan untuk orang berusia 18-64 tahun. Sementara, imunisasi flu trivalen berdosis tinggi diberikan kepada orang berusia 65 tahun atau lebih. Daftarkan diri Anda untuk melakukan imunisasi flu secara online di Imunicare.
2. Usia 1–2 Bulan
Orang dewasa berisiko terkena penyakit pneumokokus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan bisa menyerang paru-paru, aliran darah, memengaruhi jaringan dan cairan di otak serta sumsum tulang belakang. Ada dua imunisasi yang efektif mencegah pneumokokus, yaitu PCV13 (imunisasi konjugasi pneumokokus) dan PPSV23 (imunisasi polisakarida pneumokokus). Namun, kedua imunisasi ini tidak bisa diberi dalam waktu yang sama, harus ada jeda waktu di antara keduanya.
3. Usia 2 Bulan
Human papillomavirus atau HPV adalah virus yang menyebabkan kutil kelamin dan kanker, serta menyebar lewat hubungan intim. HPV dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Penggunaan imunisasi HPV direkomendasikan pada orang dewasa berusia 27-45 tahun. Imunisasi ini bisa melindungi orang dewasa dari infeksi menular seksual. Namun, imunisasi ini hanya bisa melindungi jika penerima belum pernah terinfeksi HPV sebelumnya. Mengapa imunisasi ini disarankan untuk orang-orang berusia 27-45 tahun? Sebab, orang yang berada di usia ini rata-rata sudah aktif secara seksual. Oleh karena itu, potensi terkena HPV lebih tinggi. Infeksi HPV dapat menyebabkan kanker serviks, vulva dan vagina pada perempuan, kanker penis pada pria serta kanker anus dan belakang tenggorokan.
4. Usia 4 Bulan
Imunisasi lain yang diperlukan oleh orang dewasa adalah imunisasi difteri. Difteri adalah penyakit bakteri akut yang menyerang amandel, tenggorokan, hidung atau kulit. Biasanya, penyakit ini menyebar dari orang ke orang karena menghirup cairan yang mengandung bakteri difteri. Difteri juga menyebar melalui gelas minum atau lewat batuk dan bersin. Untuk orang dewasa, imunisasi kombinasi (disebut juga sebagai Td booster) dapat melindungi dari tetanus dan difteri. imunisasi ini harus diberi setiap 10 tahun sekali dan bisa diberikan kepada orang dewasa berusia 19-64 tahun.
5. Usia 6 Bulan
Jika Anda mempunyai orang tua atau kakek-nenek yang berusia di atas 60 tahun, ada baiknya untuk merekomendasikan imunisasi herpes zoster kepada mereka. Imunisasi ini bernama Zostavax, untuk diberikan pada kelompok usia 50-59 tahun. Namun, imunisasi ini lebih efektif digunakan oleh orang berusia 60 tahun ke atas. Namun, imunisasi herpes zoster tidak disarankan untuk diberi kepada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti karena HIV/AIDS, pengaruh obat steroid dan orang yang telah mengalami pengobatan kanker seperti radiasi atau kemoterapi.
6. Usia 6 Bulan dan Setiap Tahun
Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf. Tetanus bisa memasuki tubuh melalui luka, seperti lewat tusukan atau goresan. Namun, yang paling rentan adalah ketika luka itu sangat dalam akibat paku atau pisau, membuat tetanus bisa masuk ke tubuh lebih cepat. Bakteri tetanus umum ditemukan di tanah, debu atau pupuk kandang, ungkap laman Adult Vaccination. Untuk mencegah tetanus diperlukan imunisasi. Orang dewasa yang tidak pernah mendapat imunisasi tetanus lengkap wajib diberikan tiga dosis imunisasi dalam rentang periode 7-12 bulan. Selain itu, orang dewasa dengan penyakit diabetes lebih berisiko terhadap tetanus.
7. Usia 6–18 Bulan
Biasanya, imunisasi hepatitis B diberikan untuk bayi baru lahir sampai usia 18 tahun. Namun, imunisasi hepatitis B juga direkomendasikan pada orang dewasa yang menderita diabetes dan mereka yang berisiko tinggi terkena hepatitis B karena pekerjaan, gaya hidup dan kondisi lingkungan tempat tinggal. Imunisasi hepatitis B diberikan dalam dua dosis yang diberikan secara terpisah. Imunisasi ini juga dikenal sebagai imunisasi anti-kanker karena bisa mencegah munculnya kanker hati akibat hepatitis B.
8. Usia 12–15 Bulan
Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf. Tetanus bisa memasuki tubuh melalui luka, seperti lewat tusukan atau goresan. Namun, yang paling rentan adalah ketika luka itu sangat dalam akibat paku atau pisau, membuat tetanus bisa masuk ke tubuh lebih cepat. Bakteri tetanus umum ditemukan di tanah, debu atau pupuk kandang, ungkap laman Adult Vaccination. Untuk mencegah tetanus diperlukan imunisasi. Orang dewasa yang tidak pernah mendapat imunisasi tetanus lengkap wajib diberikan tiga dosis imunisasi dalam rentang periode 7-12 bulan. Selain itu, orang dewasa dengan penyakit diabetes lebih berisiko terhadap tetanus.
9. Usia 12–23 Bulan
Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf. Tetanus bisa memasuki tubuh melalui luka, seperti lewat tusukan atau goresan. Namun, yang paling rentan adalah ketika luka itu sangat dalam akibat paku atau pisau, membuat tetanus bisa masuk ke tubuh lebih cepat. Bakteri tetanus umum ditemukan di tanah, debu atau pupuk kandang, ungkap laman Adult Vaccination. Untuk mencegah tetanus diperlukan imunisasi. Orang dewasa yang tidak pernah mendapat imunisasi tetanus lengkap wajib diberikan tiga dosis imunisasi dalam rentang periode 7-12 bulan. Selain itu, orang dewasa dengan penyakit diabetes lebih berisiko terhadap tetanus.
10. Usia 15–18 Bulan
Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf. Tetanus bisa memasuki tubuh melalui luka, seperti lewat tusukan atau goresan. Namun, yang paling rentan adalah ketika luka itu sangat dalam akibat paku atau pisau, membuat tetanus bisa masuk ke tubuh lebih cepat. Bakteri tetanus umum ditemukan di tanah, debu atau pupuk kandang, ungkap laman Adult Vaccination. Untuk mencegah tetanus diperlukan imunisasi. Orang dewasa yang tidak pernah mendapat imunisasi tetanus lengkap wajib diberikan tiga dosis imunisasi dalam rentang periode 7-12 bulan. Selain itu, orang dewasa dengan penyakit diabetes lebih berisiko terhadap tetanus.
11. Usia 4–6 Tahun
Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf. Tetanus bisa memasuki tubuh melalui luka, seperti lewat tusukan atau goresan. Namun, yang paling rentan adalah ketika luka itu sangat dalam akibat paku atau pisau, membuat tetanus bisa masuk ke tubuh lebih cepat. Bakteri tetanus umum ditemukan di tanah, debu atau pupuk kandang, ungkap laman Adult Vaccination. Untuk mencegah tetanus diperlukan imunisasi. Orang dewasa yang tidak pernah mendapat imunisasi tetanus lengkap wajib diberikan tiga dosis imunisasi dalam rentang periode 7-12 bulan. Selain itu, orang dewasa dengan penyakit diabetes lebih berisiko terhadap tetanus.
12. Usia 11–12 Tahun
Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf. Tetanus bisa memasuki tubuh melalui luka, seperti lewat tusukan atau goresan. Namun, yang paling rentan adalah ketika luka itu sangat dalam akibat paku atau pisau, membuat tetanus bisa masuk ke tubuh lebih cepat. Bakteri tetanus umum ditemukan di tanah, debu atau pupuk kandang, ungkap laman Adult Vaccination. Untuk mencegah tetanus diperlukan imunisasi. Orang dewasa yang tidak pernah mendapat imunisasi tetanus lengkap wajib diberikan tiga dosis imunisasi dalam rentang periode 7-12 bulan. Selain itu, orang dewasa dengan penyakit diabetes lebih berisiko terhadap tetanus.
13. Usia 16–18 Tahun
Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri yang mempengaruhi sistem saraf. Tetanus bisa memasuki tubuh melalui luka, seperti lewat tusukan atau goresan. Namun, yang paling rentan adalah ketika luka itu sangat dalam akibat paku atau pisau, membuat tetanus bisa masuk ke tubuh lebih cepat. Bakteri tetanus umum ditemukan di tanah, debu atau pupuk kandang, ungkap laman Adult Vaccination. Untuk mencegah tetanus diperlukan imunisasi. Orang dewasa yang tidak pernah mendapat imunisasi tetanus lengkap wajib diberikan tiga dosis imunisasi dalam rentang periode 7-12 bulan. Selain itu, orang dewasa dengan penyakit diabetes lebih berisiko terhadap tetanus.

   Nah, itulah jadwal imunisasi anak dari balita hingga remaja. Jadwalkan pemberian imunisasi untuk anak Bunda di Imunicare secara online.

Imunisasi? Ya Imunicare!