Reaksi Tubuh Saat Corona


   Bunda, virus Corona dapat menular antar manusia melalui percikan dahak atau air liur penderita COVID-19 saat sedang batuk atau bersin. Percikan dahak dan air liur ini dapat masuk ke dalam tubuh orang lain melalui mata, hidung, atau mulut. Selain itu, virus Corona juga bisa masuk ke dalam tubuh seseorang melalui tangan yang sudah terkontaminasi virus ini saat menyentuh benda yang mengandung cipratan ludah penderita COVID-19, jika orang tersebut menyentuh hidung atau mulutnya sebelum mencuci tangan. Pada umumnya, reaksi tubuh saat terinfeksi penyakit apapun termasuk Corona adalah membentuk daya tahan tubuh untuk membasmi virus tersebut. Namun, pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah, virus Corona bisa sulit dilawan sehingga muncul gejala yang berat dan komplikasi yang fatal.

   Ketika terjadi reaksi perlawanan tubuh terhadap virus Corona, akan muncul beberapa gejala, misalnya demam. Gejala ini biasanya akan muncul dalam waktu 2–14 hari setelah terpapar virus Corona. Pada sebagian orang yang terinfeksi virus Corona, reaksi sistem imun tubuh akan berhasil melawan virus tersebut, sehingga gejalanya mereda dan orang tersebut sembuh dengan sendirinya. Namun, apabila sistem kekebalan tubuh seseorang tidak cukup kuat untuk melawan virus Corona atau justru bereaksi berlebihan, maka orang tersebut akan mengalami gejala COVID-19 yang lebih berat, yaitu demam tinggi dan sesak napas, atau bisa juga mengalami kerusakan organ. Hal ini lebih berisiko terjadi pada para lansia atau orang yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya, misalnya diabetes, kanker, dan HIV. Berikut adalah beberapa komplikasi infeksi virus Corona :

1. Gagal Napas Akut
Saat mengalami gagal napas, tubuh tidak bisa menerima cukup oksigen dan tidak dapat membuang cukup banyak karbon dioksida. Kondisi gagal napas akut terjadi pada kurang lebih 8% pasien yang positif Covid-19 dan merupakan penyebab utama kematian pada penderita infeksi virus corona.
2. Kerusakan Hati Akut
Meski virus corona menyebabkan infeksi di saluran pernapasan, tapi komplikasinya bisa menjalar hingga ke organ hati. Orang dengan infeksi corona yang parah berisiko paling besar mengalami kerusakan hati.
3. Kerusakan Jantung
Covid-19 disebut bisa menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan jantung. Gangguan jantung yang berisiko muncul antara lain aritmia atau kelainan irama jantung, dan miokarditis atau peradangan pada otot jantung. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa risiko kematian akibat COVID-19 jauh lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dibandingkan pada orang yang sebelumnya sehat.

   Jadi seperti itu ya Bunda, reaksi tubuh saat terinfeksi virus Corona. Jaga daya tahan tubuh mulai sekarang, lakukan imunisasi untuk Bunda dan keluarga di Imunicare.

Imunisasi? Ya Imunicare!