Vaksin Hepatitis B


   Seperti namanya, vaksin hepatitis B adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi pada organ tubuh hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis B. Seperti yang kita ketahui bersama, vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus. Hepatitis B adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual atau berbagi jarum suntik. Infeksi hepatitis B merupakan penyakit yang tidak bertahan lama dalam tubuh penderita dan akan sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Kondisi ini disebut dengan hepatitis akut atau infeksi hepatitis B akut. Akan tetapi, infeksi hepatitis B juga dapat menetap dan bertahan dalam tubuh seseorang (menjadi kronis). Penyakit hepatitis B masih banyak ditemukan di Indonesia dengan angka kasus yang kian meningkat. Hepatitis B sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dia telah terinfeksi. Meski demikian, gejala tetap dapat muncul setelah 1-5 bulan sejak pertama kali terpapar virus. Gejala yang dapat muncul adalah demam, sakit kepala, mual, muntah, lemas, serta penyakit kuning.

   Vaksin hepatitis B dapat dikonsumsi oleh bayi, anak-anak, hingga dewasa. Untuk ibu hamil dan menyusui sendiri, sudah dilakukan studi pada binatang percobaan dan memperlihatkan adanya efek samping pada janin, namun belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Sehingga vaksin ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin. Belum diketahui apakah vaksin hepatitis B dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Kalau Bunda sedang menyusui, sebaiknya jangan menggunakan vaksin ini tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Vaksin hepatitis B tidak boleh diberikan kembali bila penerima vaksin mengalami reaksi alergi serius, seperti syok anafilaktik, setelah imunisasi hepatitis B sebelumnya. Pada orang yang mengalami batuk pilek sedang hingga berat, pemberian vaksin hepatitis B perlu dipertimbangkan untuk ditunda hingga orang tersebut sembuh. Sedangkan sakit batuk pilek ringan bukan alasan untuk menunda vaksinasi. Pada bayi, vaksin hepatitis B diberikan 4 kali, yaitu 12 jam setelah bayi lahir. Kemudian, vaksin kembali diberikan secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Pemberian vaksin hepatitis B wajib dilakukan pada tiap anak dan remaja di bawah usia 19 tahun, yang belum pernah mendapat imunisasi hepatitis B. Imunisasi hepatitis B merupakan salah satu jenis imunisasi wajib di Indonesia. Pada kategori usia di atas, dosis vaksin yang diberikan adalah 0,5 ml. Vaksin juga harus diberikan pada orang dewasa yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, dengan dosis 1 ml.

   Sejumlah efek samping yang dapat muncul setelah pemberian suntik hepatitis B adalah :
- Demam
- Gatal-gatal
- Mual
- Muncul ruam di kulit
- Bengkak di area bekas suntikan
- Sensasi terbakar pada kulit
- Sakit kepala
- Tubuh mudah lelah

   Meskipun punya efek samping, tapi ini merupakan langkah yang bagus ya Bunda karena berarti tubuh sedang bekerja untuk membuat antibodi yang berguna untuk melawan virus hepatitis B. Lakukan vaksin hepatitis B di Imunicare dengan mendaftar secara online.

Imunisasi? Ya Imunicare!