Vaksin COVID-19 untuk Anak-anak


   Pemberian vaksin COVID-19 untuk anak-anak tidak hanya melindungi anak dari infeksi virus Corona, melainkan juga penting untuk mencegah anak-anak menularkannya kepada orang dewasa yang rentan. Dengan begitu, rantai penularan virus Corona bisa diputus. Kasus infeksi virus Corona pada anak-anak memang lebih sedikit daripada orang dewasa. Jika terinfeksi pun, gejala yang dialami anak-anak biasanya lebih ringan dan jarang berakibat fatal. Meski demikian, pemberian vaksin COVID-19 kepada anak-anak tetap dianggap perlu untuk menurunkan risiko anak terinfeksi virus Corona dan untuk mencegah penularan COVID-19 kepada orang dewasa.

   Kenapa vaksin COVID-19 untuk anak-anak belum tersedia? Rendahnya angka kasus COVID-19 pada anak-anak membuat sebagian besar lembaga penelitian dan produsen vaksin belum melibatkan anak-anak dalam uji klinis vaksin COVID-19. Selain itu, ada beberapa pertimbangan mengapa anak-anak belum dilibatkan dalam proses pengujian vaksin, di antaranya :

1. Risiko COVID-19 Pada Anak
Saat mengalami gagal napas, tubuh tidak bisa menerima cukup oksigen dan tidak dapat membuang cukup banyak karbon dioksida. Kondisi gagal napas akut terjadi pada kurang lebih 8% pasien yang positif Covid-19 dan merupakan penyebab utama kematian pada penderita infeksi virus corona.
2. Sistem Kekebalan Tubuh Anak
Meski virus corona menyebabkan infeksi di saluran pernapasan, tapi komplikasinya bisa menjalar hingga ke organ hati. Orang dengan infeksi corona yang parah berisiko paling besar mengalami kerusakan hati.
3. Izin Orang Tua
Covid-19 disebut bisa menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan jantung. Gangguan jantung yang berisiko muncul antara lain aritmia atau kelainan irama jantung, dan miokarditis atau peradangan pada otot jantung. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa risiko kematian akibat COVID-19 jauh lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dibandingkan pada orang yang sebelumnya sehat.
4. Efektivitas Dan Keamanan Vaksin
Meski virus corona menyebabkan infeksi di saluran pernapasan, tapi komplikasinya bisa menjalar hingga ke organ hati. Orang dengan infeksi corona yang parah berisiko paling besar mengalami kerusakan hati.

   Pada September 2020, Pfizer menjadi perusahaan pertama yang melibatkan anak-anak usia 12–15 tahun pada uji coba vaksin COVID-19. Tak hanya Pfizer, Moderna juga telah melakukan tes vaksin COVID-19 pada anak-anak usia 12–17 tahun. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19 untuk anak-anak sebelum vaksin ini bisa digunakan secara luas. Vaksin COVID-19 diperkirakan baru bisa didistribusikan dan diberikan kepada anak-anak dalam waktu 1 tahun ke depan. Sambil menunggu tersedianya vaksin COVID-19 untuk anak-anak, orang tua bisa melakukan pencegahan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan serta mengingatkan anak untuk menerapkannya juga. Selain itu, sebisa mungkin hindari membawa anak bepergian ke luar rumah.

   Selain itu, orang tua juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh anak dengan melakukan imunisasi yang dapat dilakukan dengan mendaftar secara online di Imunicare.

Imunisasi? Ya Imunicare!